Thursday, February 20, 2020

CARA MENANGANI SERANGAN JANTUNG

*BAGAIMANAKAH CARA2NYA UTK MENANGANI SERANGAN JANTUNG KETIKA ANDA SEORANG DIRI:

1. Katakanlah kita bertolak blk ke rumah pd *pukul 7:25 mlm keseorangan* setelah seharian bekerja *mencari rezeki.*

2. Pada ketika itu anda *berasa amat letih, gundah-gulana* dan *kecewa.*

3. Tiba2 anda *terasa sakit* yg amat sgt *di dada, di tangan* dan *di rahang* anda. *Perjalanan* terdekat ke *hospital* lebih kurang *5km* dari rumah anda.

4. *Malangnya* anda *tidak yakin* dan *tidak mampu* utk *bertahan sejauh itu.*

5. Anda telah dilatih *ilmu CPR* tetapi *tidak dipraktikan ke atas diri anda.*

6. CARA *MENYELAMATKAN DIRI* DPD *SERANGAN JANTUNG* KETIKA SEORANG DIRI.

Kebanyakan mereka yg kena *serangan jantung* tidak menerima *sebarang bantuan* dan *mula rasa nak pengsan.* Di saat ini anda mempunyai masa *10 saat sahaja sebelum pengsan.*

7. Walau bagaimanapun *mangsa* boleh *membantu diri sendiri* dgn *BATUK SEKUAT* mungkin. Setiap kali *batuk hendaklah diselangselikan* dgn *menarik nafas panjang.* *Batuk tersebut* hendak lah *mendalam* dan *berpanjangan sehingga terasa di dada.*

*Bernafas panjang dalam2* sehingga *terbatuk* dan hendaklah *diulangi setiap 2 saat* sehingga *bantuan tiba* atau sehingga *terasa dpt bernafas spt sediakala.*

*Bernafas panjang* akan membantu *memasukkan oksigen* ke dlm *jantung* dan apabila *terbatuk* ia *secara langsung* mem bantu *mengepam jantung* dan *memulihkan perjalanan darah.*  Ia juga membantu *mengembalikan degupan jantung* spt sediakala. Ini membolehkan *mangsa slmt tiba ke hospital.*

9. *Sebarkan seluas2nya tips* ini. *In Sha Allah* ia akan dpt *membantu menyelamatkan nyawa.*

10. *Pakar jantung menyarankan* jika setiap orang yang *menerima tips* ini, tlg *hantarkan kpd 10 orang,* mungkin anda dpt *menyelamat kan sekurang2nya 1 nyawa.*

11. Daripada menghantar *bahan yg x berfaedah*  adalah lebih baik *menghantar tips* yg dpt *menyelamat kan nyawa kwn..*

12. Sekiranya *tips ini sampai semula*  kpd kita...lebih dpd sekali... *jangan marah...* sbb anda mempunyai *ramai shbt yg prihatin* dan *sentiasa mengingatkan* sesama kita bagaimana ingin mengatasi *SERANGAN JANTUNG...*

Dpd:
*Dr. Hafiz*
( *Senior Cardiologist*)

Sunday, February 9, 2020

Punca Kulit Kering Dan Cara Mengatasinya

Kulit kering mungkin tak terlalu kentara saat dilihat, apalagi kalau itu tidak menimbulkan sisik. Namun begitu diraba, maka baru ketahuan kalau kulit ternyata kering. Bagi sebagian orang, kondisi ini membuat minder apalagi kalau ia mendapat komentar kurang menyenangkan soal kulitnya.
Istilah medis untuk kulit kering adalah xerosis atau xeroderma, kulit yang mengalaminya memiliki permukaan yang terasa dan terlihat kasar. Penderitanya akan merasakan sensai kencang atau kaku saat mandi, setelah mandi, atau saat berenang.
Gejala kulit kering lainnya meliputi kemerahan, rasa gatal, terlihat retakan atau garis-garis halus pada kulit, bersisik bahkan mengelupas. Jika kondisinya sudah parah, maka bisa terjadi retakan yang dalam dan bisa berdarah. Hal yang lebih memprihatinkan lagi, kulit kering bisa memicu dermatitis atau radang kulit, bengkak, serta infeksi, kalau tidak segera diatasi.
Meski kulit kering, bersisik, dan gatal bisa muncul di bagian tubuh mana saja, namun lengan, tangan, betis, dan perut seringkali jadi area utamanya.

Mengapa kulit bisa kering?

Kulit yang sehat dan normal biasanya dilapisi dengan lipid atau substansi lemak alami sehingga teksturnya tetap lembab, lembut, dan kenyal. Namun beberapa faktor bisa menghilangkan lapisan minyak alami tersebut sehingga kulit jadi tak terlindungi.
Faktor penyebab kulit kering ada bermacam-macam, kebanyakan berasal dari faktor eksternal. Kulit bisa kering karena tidak cocok dengan kandungan zat kimia sabun yang terlalu keras, bahan pakaian yang bikin gatal, salah pakai pelembab, atau karena kelamaan mandi menggunakan air panas. Di samping itu, efek samping obat yang dikonsumsi juga bisa menyebabkan kulit kering.
Faktor internal seperti gangguan kesehatan, menopause, atau predisposisi genetik (tubuh rentan kena penyakit genetik) juga bisa membuat kulit kering. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak penjelasan lebih lanjut tentang beberapa penyebab kulit kering berikut ini.
Kondisi sehari-hari yang dapat menjadi penyebab kulit kering:

1. Udara kering

Saat cuaca dingin tiba, udara sekitar cenderung kering sehingga suka mencuri kelembaban dari kulit manusia. Biasanya hal ini bukan masalah besar bagi negara tropis seperti Indonesia. Namun yang menjadi masalah adalah penggunaan AC yang juga bisa menjadi salah satu penyebab kulit kering.
Suhu AC yang terlalu dingin dapat menyebabkan udara ruangan menjadi kurang lembap dan kulit kering akan mudah terjadi pada orang-orang yang lama berada di dalamnya.
Untuk membalikkan efek buruk tersebut, gunakan pelembab dan aturlah agar suhu AC tidak tertalu dingin. Saat cuaca di luar panas, Anda juga bisa memperlengkapi diri dengan topi, scarf, maupun sarung tangan saat pergi ke luar.

2. Mandi terlalu lama

Mungkin Anda berfikir bahwa semakin lama mandi, maka kulit akan semakin lembab. Justru mandi yang terlalu lama akan membuat semakin banyak air yang menguap dari tubuh. Alasannya, setelah mandi  selesai, air di permukaan tubuh justru akan menguap lebih cepat dan berisiko membuat kulit kering.
Solusi terbaik agar kelembapan kulit selalu terjaga adalah dengan membatasi waktu mandi sekitar 5-10 menit saja.

3. Sabun

Sabun bisa dengan cepat menghilangkan minyak alami pelindung kulit. Yang tak banyak orang tahu adalah kita tak perlu mengoleskan sabun ke seluruh tubuh saat mandi. Cukup aplikasikan sabun pada bagian tubuh yang memang kotor seperti wajah, tangan, kaki, selangkangan, dan ketiak. Sisa bagian tubuh lainnya cukup dibilas dengan air saja.
Hal yang senada dengan itu adalah kebiasaan mencuci tangan, meski dokter sering menganjurkan kita untuk rajin cuci tangan, namun kebiasaan baik satu ini juga seringkali menyebabkan kulit kering. Hal ini terjadi ketika Anda salah memilih sabun atau menggunakannya secara berlebihan.
Saat memilih produk sabun, kita seringkali juga memilih bahan yang terlalu keras, misalnya yang mengandung deodoran atau antibakteri. Padahal untuk kulit kering, sabun yang disarankan adalah yang ringan dan bebas pewangi.
4. Menggosok kulit
Menggosok kulit saat mandi memang dapat membantu membersihkan kulit dari berbagai kotoran. Namun, tanpa Anda sadari, aktifitas rutin ini bisa menyebabkan kulit kering. Apalagi menggosok kulit dengan alat bantu seperti spon, flanel, ataupun batu. Gesekan antara alat gosok dan kulit inilah yang berpotensi menyebabkan kekeringan pada kulit.

5. Mandi air panas

Mandi air panas memang nikmat karena bisa melancarkan sirkulasi darah dan bikin badan jadi enteng. Akan tetapi, air panas, termasuk mandi uap panas, juga bisa membabat habis minyak alami yang melindungi kulit. Lantas apa yang harus dilakukan soal ini?
Pertama, lebih baik pilih cara mandi menggunakan shower atau pancuran daripada berendam. Sebisa mungkin batasi penggunaan air panas, dan kurangi durasi waktu mandinya.
Anda bisa memilih air hangat atau suam-suam kuku. Matikan airnya ketika Anda mengaplikasikan sabun agar tubuh tidak terus-menerus terekspos air. Setelah itu, tepuk-tepuk tubuh dengan handuk (bukan menggosokkannya) untuk mengeringkannya, dan langsung oleskan pelembab.

6. Gesekan Handuk

Tidak banyak yang menyangka bahwa gesekan berlebihan antara tubuh dan handuk dapat membuat permukaan kulit menjadi kering. Jadi, setelah mandi, keringkanlah kulit Anda dengan cara menepuk-nepuknya dengan handuk secara lembut.

7. Salah pakai pelembab

Kalau kulit tergolong kering, maka mungkin Anda sudah mencoba belasan bahkan puluhan produk pelembab. Memang pelembab memegang peranan penting dalam perawatan kulit kering, akan tetapi para ahli mendapati kalau kebanyakan orang salah saat mengaplikasikannya.
Kesalahan terbesar seseorang adalah mengoleskan pelembab saat kulit dalam keadaan kering. Padahal pelembab seharusnya dioleskan ketika kulit dalam keadaan ‘basah’. Dengan demikian, pelembab bisa menahan kelembaban di kulit.
Tentunya keadaan 'basah' yang dimaksud di sini bukanlah basah sesungguhnya. Sesudah mandi, tepuk-tepuk kulit memakai handuk hingga kering, lalu langsung oleskan pelembabnya. Biarkan pelembab meresap selama beberapa menit, lalu berpakaian.
Selain cara pengaplikasiannya, memilih jenis pelembab yang tepat juga penting. Para ahli menyarankan pemilik kulit kering untuk memilih produk yang ringan, bebas pewangi atau alkohol.
Tekstur pelembabnya sebaiknya juga kental dan berminyak agar mampu menahan kelembaban. Cara mudah mengujinya adalah dengan membubuhkan losion ke telapak tangan, lalu balik telapak tangan ke bawah. Kalau pelembabnya menetes, maka teksturnya kurang pekat.

5. Bahan pakaian

Masih berkaitan dengan gesekan kulit, jadi bahan pakaian akan berpengaruh besar terhadap kulit. Pakaian ketat dan berbahan kasar akan menimbulkan gesekan yang lebih pada kulit sehingga berpotensi menyebabkan kulit kering bahkan iritasi.
Dan ingat, kalau kulit iritasi, gunakan detergen yang tidak mengandung pewarna dan pewangi untuk mencuci pakaian Anda.

6. Efek obat

Beberapa jenis obat yang berpotensi menjadi penyebab kulit kering antara lain obat untuk mengatasi psoriosis, diabeteshipotiroidisme, serta malnutrisi. Di samping itu, obat untuk hipertensi (diuretik) dan jerawat atau masalah kulit lainnya (retinoid) juga termasuk.
Begitu Anda merasakan efek samping dari pengobatan yang diminum, maka segera konsultasikan dengan dokter. Dokter mungkin akan mengganti obatnya atau mengurangi dosisnya.

7. Bertambahnya usia

Pertambahan usia juga turut memengaruhi kelembapan kulit. Semakin bertambah usia seseorang, produksi pelembap alami pada kulitnya juga semakin menurun. Kulit juga makin tipis dan makin kering.
Sebenarnya, perubahan ini adalah hal yang wajar, mengingat semakin berkurangnya produksi hormon-hormon dalam tubuh saat usia semakin tua. Termasuk hormon-hormon yang berperan dalam menjaga kesehatan kulit.

8. Faktor genetis dan riwayat keluarga

Setiap orang memiliki ciri khas tertentu, termasuk dalam hal kesehatan dan tekstur kulit. Dalam satu keluarga, karena faktor keturunan, ada yang lebih rentan mengalami kulit kering. Jadi kalau kulit Anda cenderung mudah kering, coba perhatikan kerabat-kerabat kandung Anda jangan-jangan ada faktor genetik yang berperan.

9. Gangguan kesehatan

Gangguan kulit di bawah ini juga bisa jadi penyebab kulit kering, yaitu:
  • Penyakit kulit seperti eksim dan psoriasis.
  • Diabetes – kebiasaan yang salah dalam mengontrol kadar gula darah bisa memicu dehidrasi sehingga kulit jadi kering. Selain itu, diabetes juga membuat proses penyembuhan lebih lama sehingga risiko infeksi meningkat.
  • Hipotiroidisme – rendahnya kadar hormon tiroid bisa mengurangi produksi minyak alami kulit. Akibatnya, kulit jadi lebih kasar dan kering. Hipotiroidisme ini seringkali juga menimbulkan gejala lain seperti berat badan naik dan mudah lelah.
  • Malnutrisi – kurangnya asupan gizi yang cukup bisa membuat kulit kering. Salah satu penyebabnya bisa saja karena gangguan makan.
Masih ada penyakit lain baik yang ringan ataupun parah, yang bisa menyebabkan kulit kering. Cara mengatasinya tentu saja kembali kepada apa yang jadi penyebabnya. Seringkali minum obat sudah bisa mengatasinya, namun untuk kondisi tertentu, Anda mungkin harus tetap melakukan beberapa tips yang disampaikan sebelumnya.
Jika kulit kering tak kunjung pulih, jangan segan berkonsultasi dengan dokter. Dokter mungkin akan meresepkan obat tertentu, misalnya antihistamin untuk sensasi gatalnya, atau krim (termasuk steroid) untuk mengatasi kulit kering.

Tuesday, February 4, 2020

Khasiat Daun Sireh Pada Kesihatan

Mata merupakan anugerah Allah yang sangat berharga dan tidak ternilai harganya. Ramai manusia yang mengambil mudah tentang kepentingan menjaga mata. Sehinggalah mereka mengalami sendiri masalah mata barulah timbul kesedaran untuk menjaga kesihatan mata.
Mata mempunyai fungsi lebih berharga yang ramai terlepas pandang selain nilai estetika kerana mempunyai penglihatan yang baik sejak dilahirkan. Dalam soal kecantikan, mata diberi perhatian utama. Namun dalam soal kesihatan, ia selalu menduduki antara tangga terakhir.
Oleh sebab itu tidak hairanlah jika ada yang tidur tanpa menanggalkan solekan mata. Lebih teruk apabila ada segelintir yang tidur bersama kanta lekap yang dipakai sepanjang hari. Ini adalah contoh seseorang yang tidak tahu menjaga mata mereka.
Bagi individu yang dianugerahkan dengan penglihatan sering kali terlupa bagaimana sukarnya kehidupan individu yang rabun teruk atau tidak dapat melihat langsung. Dek kealpaan itulah lazimnya mata hanya diberikan penjagaan khusus apabila berasa sakit atau pandangan mula terjejas.
Justeru mempunyai mata yang sihat sudah tentu menjadi keinginan semua orang tidak mengira umur. Namun kadang-kadang hal tersebut sangat sukar untuk dielak terutama bagi golong yang sebahagian besar waktunya dihabiskan depan laptop dan komputer.
Kesannya akan menimbulkan kerosakan pada mata secara perlahan-lahan. Misalnya mata menjadi rabun dan tidak dapat melihat suatu benda/ objek secara jelas terutama yang jaraknya cukup jauh
Umum mengetahui bagi mengatasi masalah mata minus atau rabun adalah sangat sukar, bahkan ramai orang terus memilih untuk menggunakan kaca mata. Padahal penyakit tersebut masih boleh diubati dengan cara perubatan moden malangnya tidak semua orang mampu untuk membayar kos perubatan tersebut.
Justeru berikut adalah petua bagaimana cara mengurangi dan menyembuhkan mata rabun dengan cara traditional iaitu dengan menggunakan daun sirih.
Petua ini adalah sekadar perkongsian di mana ternyata manfaat daun sirih tidak hanya untuk mengubati mata rabun malah ia juga dikatakan memiliki pelbagai manfaat kesihatan lainnya seperti;
  1. Mengɑtɑsi bɑu mulut
  2. Menghilɑngkɑn Bɑu Bɑdɑn
  3. Mengɑtɑsi keputihan
Bagi Menggunɑkɑn Dɑun Sirih Sebɑgɑi Obɑt Herbɑl Mɑtɑ Minus
Bɑhɑn-bahannya :
  1. 2 Lembɑr dɑun sirih
  2. 4 plester / hɑnsɑplɑs
  3. Air
Cɑrɑ membuɑtnya :
  1. Pertɑmɑ cuci / bersihkɑn wɑjɑh ɑndɑ.
  2. Cuci bersih dɑun sirih.
  3. Setelɑh itu tempelkɑn dɑun sirih tɑdi pɑdɑ dikeduɑ mɑtɑ ɑndɑ dengɑn menggunɑkɑn plester / hɑnsɑplɑs.
Sila lɑkukɑn cɑrɑ diɑtɑs secɑrɑ rutin setiɑp ɑndɑ tidur, dɑn biɑrkɑn dɑun sirih tersebut menempel dimɑtɑ ɑndɑ semɑlɑmɑn. Dɑn ɑndɑ dɑpɑt melepɑs dɑun sirih tersebut esok hɑrinyɑ.

Monday, February 3, 2020

Stress

Stres seringkali dipersepsikan dari perspektif yang negatif oleh ramai orang. Sungguhpun demikian, tidak ramai yang mengandaikan bahawa stres membolehkan kita menginjak ke arah kehidupan jangka panjang yang jauh lebih positif. Malah ramai dalam kalangan umum menyatakan yang stres juga banyak memberikan impilkasi yang tidak baik terhadap diri seseorang. Pengurusan stres yang baik dan berkesan ternyata memberikan kesan yang positif terhadap diri seseorang dan perkembangan organisasi atau komuniti secara amnya.
Apakah Maksud Stres?
Menurut Kamus Bahasa Melayu Pelajar Edisi Kedua, stres didefinisikan sebagai keadaan resah, cemas, tegang dan sebagainya akibat tekanan mental atau fizikal. Manakala takrifan oleh Merriam-Webster semenjak tahun 1828 telah menjelaskan “stress” berdasarkan beberapa kriteria yang lebih luas.
Kriteria-kriteria tersebut ialah:
  • Penghalang daya atau pengaruh ke atas anggota badan;
  • Perubahan bentuk;
  • Faktor fizikal, kima dan emosi yang menyebabkan ketegangan tubuh atau mental yang berkemungkinan menjadi faktor kepada penyebab penyakit;
  • Keadaan yang disebabkan oleh pelbagai tekanan; serta
  • Ketegangan.
Jenis stres secara umumnya terbahagi kepada dua iaitu stres negatif dan stres positif. Stres atau tekanan yang tidak diuruskan dengan baik dikenali sebagai ‘distress’ yang memberikan pelbagai kesan yang tidak sihat kepada diri seseorang. Manakala ‘eustress’ merupakan tekanan perasaan yang dikendalikan dengan baik serta bijaksana ke arah pencapaian kecemerlangan. Oleh itu, jenis-jenis dan tahap stres yang dialami adalah berbeza-beza di antara setiap individu.
Para pakar kesihatan mengkategorikan empat tanda-tanda atau gejala umum yang dikaitkan dengan stres seperti kesan perubahan yang nyata ke atas individu dari aspek fizikal, mental, emosi serta sikap. Rasa keletihan yang berpanjangan, hilang daya fokus, perasaan risau yang melampau atau kemurungan dan tindakan agresif merupakan antara contoh-contoh simptom stres.
Punca-punca stres secara amnya diakibatkan oleh dua faktor utama iaitu faktor dalaman (intrinsic) dan faktor luaran (extrinsic). Konflik dalaman terhadap kendiri dan persekitaran yang tidak dapat diuruskan dengan baik menyebabkan keupayaan menangani stres (coping skills) seseorang berada di tahap rendah.
Faktor-faktor luaran seperti tuntutan kewangan, kebendaan (material) atau organisasi juga merupakan antara penyebab stres. Selain itu, gangguan terhadap rangsangan atau persekitaran seperti pencemaran bunyi dan bau memberikan ketidakselesaan kepada seseorang.
Secara jelas, stres atau tekanan yang tidak berupaya diurus dengan baik dalam jangka masa panjang membolehkan individu mengalami pelbagai masalah kesihatan. Misalnya, serangan sakit jantung dan angin ahmar (stroke), kesukaran untuk tidur (insomnia), kencing manis (diabetes), ganggungan terhadap sistem penghadaman seperti gastrik atau ulser, jangkitan kuman (infeksi), lelah (asthma) dan lain-lain penyakit berisiko tinggi.
Pengurusan stres yang terganggu oleh pelbagai faktor dalaman dan luaran juga boleh menyebabkan penyakit kronik ke atas jiwa dan mental (mental disorder).
Natijahnya, langkah-langkah awal bagi menguruskan stres wajar diberikan perhatian oleh pelbagai pihak. Justeru, berbalik kepada faktor atau punca-punca stres, cara-cara mengatasinya juga perlu melibatkan kekuatan dalaman dan luaran.
Kekuatan dalaman boleh dicapai menerusi amalan-amalan spiritual dan keagamaan, peningkatan motivasi kendiri dan pengurusan emosi selain penjagaan kesihatan yang holistik. Manakala kekuatan luaran atau fizikal diperoleh menerusi sokongan dari ahli keluarga terdekat serta dorongan oleh rakan sebaya dan ahli komuniti sekeliling.
Setiap individu berperanan penting dalam membantu pengurusan stres yang berkesan bagi merealisasikan pembangunan modal insan yang seimbang dari aspek jasmani, emosi, rohani dan intelek.